Site icon kapol.tv

Komisi X DPR RI Minta LKP Fokus Cetak Lulusan Siap Kerja dan Tidak Sekadar Bermunculan

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah menekankan pentingnya lembaga kursus dan pelatihan (LKP) memiliki kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Penguasaan Kurikulum dalam Penerapan Pembelajaran Khusus dan Pelatihan Tahap 1 yang berlangsung di Horison Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Ferdiansyah, lembaga pelatihan tidak cukup hanya membuka program kursus tanpa arah yang jelas. Ia menilai, kurikulum dan sistem pembelajaran harus dirancang agar lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan industri maupun masyarakat.
“Penguatan kurikulum penting supaya peserta didik memiliki kompetensi yang jelas dan siap menghadapi kebutuhan kerja,” katanya.
Ia menyebut pendidikan nonformal memiliki peran besar dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
Ferdiansyah menyoroti masih adanya persoalan anak putus sekolah di berbagai daerah. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan lembaga pendidikan lebih serius menghadirkan alternatif pendidikan keterampilan yang dapat menjadi solusi masa depan masyarakat.
“Anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah tetap harus memiliki kesempatan mendapatkan keterampilan dan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta keberadaan LKP dievaluasi secara berkala agar tidak hanya bermunculan sesaat lalu hilang tanpa memberikan dampak nyata.
“LKP jangan hanya hadir sementara. Harus berkembang, memiliki kualitas, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Ferdiansyah juga mendorong lembaga pelatihan untuk lebih peka melihat peluang kerja yang sedang dibutuhkan pasar. Menurutnya, banyak sektor yang sebenarnya memiliki peluang besar jika ditangkap dengan tepat.
Ia mencontohkan kebutuhan tenaga pendamping lansia di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek yang terus meningkat. Peluang tersebut dinilai dapat menjadi program pelatihan potensial bagi LKP di daerah.
Tak hanya itu, sektor jasa rumah tangga, kebersihan, hingga penjagaan rumah saat musim liburan juga dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
Namun demikian, ia menekankan bahwa kualitas lulusan tetap menjadi faktor utama agar lembaga kursus mendapat kepercayaan masyarakat.
“Yang dicari bukan hanya keterampilan, tapi juga karakter dan kejujuran dari para lulusan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdiansyah turut mengajak pengelola LKP dan para pengajar untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran, termasuk mencari solusi pembiayaan yang lebih fleksibel bagi masyarakat kurang mampu.
“Kreativitas dalam pendidikan itu penting. Jangan sampai masyarakat yang ingin belajar justru terhambat karena persoalan biaya,” pungkasnya.

Exit mobile version